proses membuat gula merah dari alat yang digunakan sampai dimakan - alfa singasari

proses membuat gula merah dari alat yang digunakan sampai dimakan

loading...
loading...
GULA MERAH,
ALAT , PROSES MEMBUAT, DAN HARGA JUAL


 Gula merah ............. apa yang terlintas dibenak anda saat mendengar kata gula merah?????? pasti jawabannya beraneka ragam. manis, enak, merah coklat, merah kekuningan, yach.. mungkin itu yang ada di pikiran kita. tapi apa anda tahu cara membuatnya ???????
Di tempat saya tinggal mayoritas kepala keluarganya adalah pembuat gula merah yang berasal dari pohon kelapa yang bahasa latinnya adalah cocos nucifera L, yang dalamkehidupan sehari - hari sering disebut dengan kelapa, nyiur,krambil, ataupun klopo. Sehingga untuk proses membuat gula merah dari alat sampai dimakan adalah hal yang tidak asing bagi saya, tetapi merupakan pemandangan rutin tiap harinya. Bahkan di pasar tradisional Wonosobo gula Jonggolsari merupakan komoditi yang paling sering di cari oleh para ibu - ibu untuk keperluan memasak dan juga digunakan untuk yang lainnya.


1. ALAT YANG DIBUTUHKAN, Antara Lain:

Dalam proses pembuatan gula merah ada hal - hal yang perlu diperhatikan yaitu :
      a.   Sabit ( bahasa jawa : Arit) 

proses membuat gula merah dari alat sampai dimakan
sabit (jawa : Arit )
Digunakan untuk memangkas bunga kelapa yang disadap, sabit yang digunakan harus setajam mungkin sebab apabila tidak sekali potong maka bunga kelapa tidak akan maksimal dalam mengeluarkan nira. 
atau bisa juga menggunakan Pisau
proses membuat gula merah dari alat sampai siap dimakan
pisau / deres (bahasa jawa)
    b.   Bumbung

Digunakan untuk menyimpan nira yang keluar dari bunga kelapa, bisa dari bambu, bekas botol air mineral, bekas minyak kemas, bekas kaleng cat tembok 5 kg.


                                proses membuat gula merah dari alat sampai dimakan
                                           bekas air mineral dan minyak kemasan
dari bambu


  











 c. Engkrak

Digunakan untuk membawa bumbung ke ladang atau sawah, biasanya berisi antara 10 s/d 20 bumbung tergantung banyak sedikitnya pohon kelapa yang disadap.


proses membuat gula merah dari alat sampai dimakan
engkrak


    d. Kuwali / Wajan

Digunakan untuk memasak air nira yang sudah terkumpul, bentuknya pun beraneka ragam ada yang kecil, tanggung dan besar.
proses membuat gula merah dari alat sampai dimakan
kuwali / wajan

     e. Saringan 

Digunakan untuk menyaring air nira kelapa yang akan dimasak menjadi gula merah, sebab air nira yang dari pohon kadang kala bercampur dengan irisan bunga kelapa ( manggar : jawa ).
proses membuat gula merah dari alat sampai dimakan
dari plastik

proses membuat gula merah dari alat sampai dimakan
dari alumunium

     f. cetakan

Digunakan untuk mencetak nira yang sudah mengental dan siap untuk di cetak. bentuk dan jenisnya pun bermacam - macam tergantung kebiasaan dan warisan dari orang tua. untuk di tempat saya kebanyakan menggunakan tempurung kelapa.
cetakan

2. PROSES PENYADAPAN ATAU PENGAMBILAN NIRA DARI POHON KELAPA

Pohon kelapa pada umumnya sudah berumur 7 s/d 8 tahun baru bisa disadap untuk kelapa kampung, sedangkan untuk kelapa hibrida kira - kira sudah berumur 4 tahun. Mahkota pohon perlu dibersihkan dari semua kotoran begitu pula alat-alat yang akan digunakan harus dalam keadaan bersih.
Nira diperoleh dari tandan yang seludangnya belum mekar yang cocok biasanya apabila tandan bunga yang muncul terakhir berukuran 15 - 20 cm maka pilihlah bunga yang ketiga dari terakhir. Nira kelapa biasanya diambil sehari 2 kali yaitu pagi ( pukul 06.00 s/d 07.00) dan sore (pukul 17.00 s/d 18.00).

Cara yang digunakan untuk menyadap tangkai bunga kelapa yaitu : 


proses membuat gula merah dari alat sampai dimakan

  1. Tangkai bunga  dibersihkan dari kulitnya , sisakan 5 cm dibagian atasnya kemudian dikat dengan janur yang masih muda diamkan selama 2-3 hari, setelah 3 hari bunga kelapa tersebut di rundukkan parlahan-lahan hingga membentuk sudut + 60° dengan garis vertikal dan diikat agar tetap pada posisi. kemudian bunga kelapanya dipotong dengan pisau, sabit (arit) yang tajam.                                   
  2. Tangkai bunga dengan kulitnya yang disisakan 5 cm di atasnya dililit menggunakan tali, dengan cara ini bunga kelapa bisa langsung di bekuk/diikat tapi sedikit demi sedikit agar batang bunga tidak patah, setelah 2 hari baru diiris. Dengan cara ini penyadapan akan lebih mudah karena bunga kelapa tetap muda dan lebih lama waktu sadapnya.
  3. Bunga kelapa dipotong ujungnya kira - kira 1 s/d 2 cm dengan arit / pisau tajam. Kira-kira 3 hari kemudian niranya sudah akan keluar. Satu pohon kelapa normalnya menghasilkan 4 s/d 10 liter nira.
  4. Agar niranya tidak asam, kotorannya mengendap dan gulanya nanti berwarna kuning muda, kedalam wadahnya perlu diberi 1 sendok makan kapur sirih atau larutan Na-bisulfit secukupnya (1 sendok Nabisulfit dalam 2 liter air). atau sodium methabishulfit 1gr/liter .
  5. Sebelum bumbung/wadah dipasang kembali guna pengambilan nira berikutnya, bunga kelapa dipotong sedikit dengan sekali sentuhan agar bisa melancarkan keluarnya nira. Ini membutuhkan Sabit / Pisau yang tajam.
  6. Setiap bunga kelapa (manggar : bahasa jawa)  dapat diambil niranya selama ± 3 bulan pagi dan sore hari.
  7. Nira yang baik bercirikan masih segar, rasa manis, harum, tidak berwarna dan derajat keasaman (pH)nya antara 6,0 – 7,0. Nira yang jelek pHnya > 6,0 dan bila digunakan, mutu gulanya akan jelek.

3. PROSES PENGOLAHAN NIRA KELAPA MENJADI GULA MERAH

Setelah Nira kelapa dikumpulkan dari setiap pohon dan dibawa pulang kerumah untuk di proses menjadi gula merah, ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu :

  1. Nira yang telah diperoleh disaring, selanjutnya dimasukkan kedalam wajan / kuwali.
  2. Nira dimasak dengan panas yang konstan pakai bahan bakar kayu atau bahan bakar lainnya.
  3. Lama pemasakan tergantung dari banyaknya nira yang dimasak. ± 15 menit sebelum gulanya masak atau dalam fase kemlangkrang(jawa) diberi 100 cc santan (1 butir kelapa parutan dicampur 100 cc air) ataupun parutan kelapanya, atau minyak goreng satu sendok makan. Gunanya untuk mempercepat proses pengentalan gula merah.
  4. Gula merah cair yang belum mengental diaduk cepat dengan arah memutar.
  5. Jika telah mengental dan berwarna kemerahan dituang kedalam cetakan. ± 10 menit kemudian cairannya sudah padat, berarti proses pembuatannya telah selesai.
  6. Cetakan ada yang menggunakan bambu, cetakan pabrikan dan ditempat saya menggunakan cetakan yang terbuat dari tempurung kelapa.
  7. Keluarkan dari cetakannya setelah mengeras. dan diamkan sampai dingin. kemudian di bungkus dengan plastik.
  8. gula siap dikonsumsi.
  9. Dengan dibungkus plastik, gula bisa bertahan hingga 1 bulan.
  



Sedangkan untuk kualitas gula, dibagi menjadi beberapa kelompok :
  • Mutu Super, adalah gula kelapa yang keras dan berwarna cerah/ coklat ke-kuning-kuningan.
  • Mutu A, adalah gula kelapa yang keras dan berwarna ke-coklat-coklatan; dan
  • Mutu B, adalah gula kelapa yang agak lembek, berwarna coklat ke-hitam-hitaman.
Untuk harga gula merah kelapa ditempat saya pada saat artikel ini diterbitkan yaitu :
  1. Harga dari petani / pembuat gula Rp.16.000,00 / kg untuk mutu super, Rp.15.500,00/ kg untuk mutu A dan Rp.15.000,00 /kg untuk mutu B.
  2. Harga jual pengepul / pedagang ke pasar tradisional wonosono Rp. 18.000,00 / kg untuk mutu super, Rp. 17.500,00 /kg untuk mutu A dan Rp.17.000,00 /kg untuk mutu B.
  3. Harga jual eceran Rp. 20.000,00 / kg untuk mutu super, Rp.19.000,00 /kg untuk mutu A dan Rp.18.000,00 untuk mutu B.
demikian info yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang proses membuat gula merah dari alat yang digunakan sampai dengan siap konsumsi.
artikel terkait : manfaat daun sirsak
Loading...


EmoticonEmoticon